Cadangan Beras Pemerintah Sangat Mencukupi, BULOG Tegaskan Pasokan Aman tanpa Impor

Jakarta, (Sumateranewstv. Com) – Perum BULOG kembali menegaskan bahwa kondisi ketersediaan cadangan beras nasional saat ini berada pada tingkat yang sangat aman dan terkendali. Hal tersebut menjadi poin penting yang disampaikan dalam laporan resmi pada akhir November 2025, di mana BULOG memastikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 3,8 juta ton. Jumlah tersebut merupakan salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus memberikan kepastian bahwa kebutuhan nasional dapat ditopang dengan stabil, baik untuk program intervensi pasar, bantuan pangan, maupun kebutuhan emergensi seperti penanggulangan bencana alam.

Dengan total cadangan sebesar ini, Perum BULOG menegaskan bahwa Indonesia tidak memerlukan impor beras tambahan. Hal tersebut menjadi kabar positif bagi publik di tengah dinamika harga pangan global, fluktuasi nilai tukar, serta gejolak geopolitik yang kerap memengaruhi suplai komoditas pangan dunia. BULOG menyatakan bahwa cadangan yang sangat mencukupi ini merupakan hasil dari strategi pengelolaan stok yang lebih adaptif, efisien, dan terintegrasi dengan perkembangan produksi di tingkat petani dan distribusi di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai badan yang diberikan mandat khusus untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, BULOG menjalankan operasi logistik dan distribusi melalui jaringan pergudangan yang tersebar di berbagai daerah. Penyaluran CBP dilakukan dengan pendekatan berbasis daerah yang memperhatikan kebutuhan lokal, potensi ketahanan pangan wilayah, serta kondisi permintaan yang berubah-ubah. Termasuk di dalamnya adalah program intervensi harga melalui operasi pasar, distribusi bantuan pangan pemerintah, hingga penyaluran beras untuk bencana alam.

Stok Aman di Berbagai Wilayah Indonesia

Dalam laporan yang disampaikan secara tertulis pada Senin (24/11/2025), Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kondisi cadangan beras di berbagai wilayah strategis menunjukkan ketahanan stok yang solid dan dapat diandalkan. Di Provinsi Aceh, misalnya, stok tercatat mencapai sekitar 83 ribu ton, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga setidaknya pertengahan tahun, tepatnya pada Juni 2026. Angka ini dinilai sangat memadai mengingat Aceh merupakan wilayah dengan kebutuhan beras yang relatif tinggi serta memiliki karakter geografis yang membutuhkan kesiapan pasokan yang konsisten.

Sementara itu, di wilayah Kota Sabang, yang dikenal sebagai daerah paling barat Indonesia, cadangan beras berada pada kisaran 409 ton. Meski jumlahnya lebih kecil dibandingkan Aceh Daratan, stok ini diproyeksikan aman hingga Februari 2026. Pemerintah melalui BULOG memastikan bahwa wilayah kepulauan kecil seperti Sabang tetap menjadi prioritas dalam perencanaan distribusi, mengingat tantangan transportasi dan potensi hambatan cuaca yang dapat memengaruhi suplai pangan kapan saja.

Di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, cadangan beras berada pada kisaran 19 ribu ton. Stok ini diperkirakan mencukupi hingga Maret 2026. Kepulauan Riau memiliki karakteristik wilayah yang tersebar dan terdiri dari banyak pulau, sehingga BULOG bekerja ekstra dalam memastikan rantai pasokan berjalan lancar dan tepat sasaran. Tidak hanya itu, distribusi di daerah ini juga dipersiapkan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat agar respons terhadap kebutuhan masyarakat berlangsung secara cepat.

Untuk wilayah Batam, yang merupakan pusat ekonomi dan aktivitas industri, BULOG mengamankan cadangan sekitar 3.400 ton. Jumlah tersebut mampu mencukupi kebutuhan wilayah tersebut untuk sekitar empat bulan ke depan. Batam sebagai kota industri dan jalur perdagangan internasional memerlukan ketersediaan pangan yang terjamin. Oleh sebab itu, BULOG melalui koordinasi antara Kanwil Riau dan Kepri memastikan bahwa setiap potensi lonjakan permintaan dapat diantisipasi dengan baik.

Manajemen Logistik dan Strategi Pemerataan Pasokan

Dalam penyampaian resmi yang dibagikan kepada publik, Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen BULOG dalam memperkuat manajemen cadangan beras secara nasional. Menurutnya, BULOG terus meningkatkan kualitas manajemen logistik, termasuk dalam hal perawatan gudang, peningkatan kualitas pengemasan, serta penguatan jaringan kemitraan dengan pelaku distribusi di daerah.

Lebih jauh lagi, BULOG menjalankan strategi pemindahan stok (stock transfer) antarwilayah untuk memastikan ketersediaan beras di daerah perbatasan, pesisir, dan kepulauan tetap terjaga. Proses pemindahan stok ini dikelola dengan sistem pemantauan harian, sehingga setiap perubahan kebutuhan dapat disesuaikan secara cepat. Sistem monitoring yang lebih terintegrasi juga memungkinkan BULOG untuk mengetahui lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan, seperti daerah dengan perayaan adat tertentu, lokasi wisata pada musim liburan, atau wilayah dengan ancaman bencana alam.

“Dengan ketersediaan cadangan beras pemerintah yang sangat mencukupi dan jaringan logistik yang siap mendukung penyaluran hingga ke wilayah terluar, kami memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan aman, stabil, dan terjangkau,” ujar Rizal dalam pernyataan resminya.

Upaya Menjaga Stabilitas Harga dan Keterjangkauan

Selain memastikan ketersediaan fisik beras, BULOG juga menjalankan program stabilisasi harga untuk menjaga daya beli masyarakat. Program ini biasanya dilakukan melalui operasi pasar, khususnya ketika harga beras mulai mengalami kenaikan akibat kondisi pasar global, berkurangnya suplai dari petani akibat musim tanam, atau gangguan cuaca yang memengaruhi rantai distribusi. BULOG bekerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas terkait di setiap provinsi untuk memastikan operasi pasar dilution dilakukan secara tepat sasaran.

Intervensi pasar menjadi salah satu instrumen penting karena memiliki dampak langsung terhadap harga beras di tingkat konsumen. Dengan menyediakan beras harga terjangkau di pasar-pasar tradisional, minimarket, atau dalam acara khusus operasi pasar, BULOG membantu menahan laju inflasi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap gejolak harga pangan.

Peran dalam Program Bantuan Pangan dan Respons Bencana

Di samping menjaga stabilitas harga, BULOG juga menjalankan tugas penting dalam penyaluran bantuan pangan melalui program penugasan pemerintah pusat. Bantuan ini diberikan kepada kelompok masyarakat tertentu seperti keluarga prasejahtera, warga yang terdampak bencana, dan kelompok rentan lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir, program bantuan pangan dari pemerintah menjadi salah satu upaya menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga masyarakat kecil agar tetap memiliki akses terhadap pangan pokok.

Indonesia yang merupakan negara rawan bencana juga menjadikan stok BULOG sebagai sumber utama bantuan cepat dalam keadaan darurat. Ketika terjadi banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, atau kebakaran besar yang menyebabkan penduduk harus mengungsi, BULOG menjadi instansi yang bergerak cepat menyediakan beras bantuan untuk masyarakat terdampak. Oleh karena itu, cadangan beras yang besar dan terkelola rapi sangat penting untuk memastikan kemampuan respons cepat tersebut.

Kualitas Layanan, Transparansi, dan Kepercayaan Publik

Dalam menjalankan fungsinya, Perum BULOG berkomitmen menjaga prinsip transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik, mengingat peran BULOG sangat strategis dalam kestabilan pangan nasional. Rizal menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran stok dilakukan berdasarkan standar operasional yang ketat, termasuk meminimalkan risiko kehilangan stok, kerusakan beras, dan ketidaktepatan distribusi.

BULOG juga semakin memperkuat digitalisasi manajemen logistik, seperti penggunaan aplikasi pelaporan stok secara real time, pengawasan berbasis sistem, dan adaptasi teknologi untuk mempercepat pelacakan distribusi dari pusat hingga ke titik distribusi terakhir. Dengan adanya digitalisasi ini, setiap upaya penyimpangan dapat terdeteksi lebih dini dan langsung mendapat penanganan.

Penutup

Komitmen BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional terus ditingkatkan seiring dengan tuntutan zaman dan dinamika global yang semakin kompleks. Ketersediaan cadangan beras yang sangat mencukupi pada akhir tahun 2025 ini menjadi bukti nyata keberhasilan manajemen cadangan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Keberhasilan ini merupakan kombinasi dari strategi perencanaan yang matang, koordinasi lintas sektor yang solid, serta kemampuan BULOG dalam mengelola jaringan distribusi yang luas.

“Kami akan terus bekerja secara profesional dan responsif agar kepercayaan publik terhadap BULOG semakin kuat dan ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga,” tutup Rizal dalam pernyataannya.

Sebagai bagian dari ekosistem pangan nasional, BULOG terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia melalui stabilisasi harga, distribusi beras yang merata hingga pelosok negeri, dan penguatan cadangan beras di seluruh wilayah sebagai upaya menjamin ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan.

(BULOG)

Editor Pariyo Saputra / Redaksi Sumateranewstv. Com