Wayang Kulit Kembali Meriahkan HUT Ke - 53 TH, Desa Sidomukti dengan Cerita Heroik dan Pesan Moral,
Desa Sidomukti kembali semarak dengan alunan gamelan dan gemerlap cahaya lampu yang menari-nari di layar wayang. Riuh tepuk tangan dan tawa penonton menggema di udara malam, mengantarkan kisah heroik pewayangan yang penuh makna. Pagelaran Wayang Kulit ini, Di Gelar Pada Malam Minggu, 11/5/2024,
Kegiatan Hari Ulang Tahun Sidomukti Yang Ke 53 Tahun ini, Tampak Dihadiri, Anggota DPRD Lampung Utara, Guntur Laksana, Camat Abung Timur, Ketua BPD Dan Anggota, Kepala Desa Sidomukti, Beserta Anggota Dan Jajarannya, Kepala Dusun, RT, Dan Beberapa Kepala desa Di wilayah Kecamatan Abung Timur, serta Seluruh Masyarakat Sidomukti dan Undangan Lainnya. Pagelaran wayang kulit ini, diadakan sebagai bagian dari Hari Jadi Desa Sidomukti Ke 53 Tahun, Kegiatan Wayang Kulit Menjadi tradisi tahunan desa Sidomukti, untuk menghibur masyarakat, dan melestarikan budaya leluhur. Lakon yang dibawakan kali ini, adalah Perang Palaran, sebuah kisah klasik tentang perjuangan para Pandawa, melawan pasukan Kurawa.
Dalang kondang Ki Kunto Guritno, dengan mahirnya memainkan wayang kulit, menghadirkan kembali peperangan dahsyat dengan penuh semangat dan humor. Penonton terhanyut dalam cerita, mengikuti petualangan para ksatria dan belajar tentang nilai-nilai moral seperti keberanian, kesetiaan, dan keadilan.
Selain menghibur, pagelaran wayang kulit ini, juga menjadi sarana edukasi, bagi generasi muda, Serta Anak anak di ajak untuk mengenal budaya leluhur, dan nilai-nilai luhur, yang terkandung dalam cerita pewayangan.
Saat Memberikan Sambutan Kepala Desa Sidomukti, Eko Yudianto, Menyampaikan, Bahwa Kita Hari ini, Mengadakan Pagelaran Wayang kulit, Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang tahun Desa Sidomukti, Ke 53 Tahun, serta ingin Mengenalkan generasi muda, mengenal budaya wayang kulit, dan belajar dari nilai-nilai moral, yang terkandung di dalamnya, ujar Pak Kades.
Bahwa Antusiasme masyarakat, terhadap pagelaran wayang kulit ini, sangatlah tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya penonton yang hadir, baik dari desa Sidomukti sendiri, maupun dari desa-desa sekitar.
Saat Di konfirmasi, oleh Awak media ini, Penonton Yang enggan di sebutkan Namanya, Mengatakan, Bahwa Saya senang sekali bisa menonton wayang kulit lagi, kata salah satu penonton, Ceritanya seru dan penuh makna, cocok untuk ditonton bersama keluarga.
Pagelaran wayang kulit ini, merupakan bukti bahwa budaya tradisional masih lestari, dan diminati oleh masyarakat. Dengan upaya pelestarian yang berkelanjutan, diharapkan, wayang kulit dapat terus hidup, dan menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia.
Pagelaran wayang kulit di Desa Sidomukti ini, merupakan contoh yang baik, dalam upaya pelestarian budaya tradisional. Dengan menggabungkan hiburan dan edukasi, pagelaran ini mampu menarik minat masyarakat, khususnya, generasi muda, untuk mengenal dan mempelajari budaya wayang kulit. Pungkasnya.
# Ixwan Setiawan #




0Komentar